Mahasiswa Surabaya Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Lahan Pertanian Kota

  • Mahasiswa UMSurabaya terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong sekitar hunian untuk dijadikan lahan bertani di tengah-tengah Kota. Melalui program ketahanan pangan di masa pandemi, mereka menggagas munculnya kampung hidroponik khususnya di wilayah kecamatan Kendangsari, Surabaya.
  • Program Kampoeng Hidroponik ini sendiri berhasil lolos pendanaan Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) Kementrian Pendidikan, kebudayaan, Riset dan Teknologi. Sebelumnya juga sudah mendapat pendanaan melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) tahun 2020.
  • Ketua kelompok Zainal Rusdi, menyampaikan bahwa program hidroponik sudah berjalan lebih dari setahun di wilayah Kendangsari. Bahkan beberapa tempat sudah memiliki hidroponik dan sudah beberapa kali menikmati hasil tanaman dari hidroponik tersebut. Proses pembangunan green house hingga perawatan tanaman hidroponik melibatkan ibu-ibu PKK.
  • Ketua kelompok Zainal Rusdi, menyampaikan bahwa program hidroponik sudah berjalan lebih dari setahun di wilayah Kendangsari. Bahkan beberapa tempat sudah memiliki hidroponik dan sudah beberapa kali menikmati hasil tanaman dari hidroponik tersebut. Proses pembangunan green house hingga perawatan tanaman hidroponik melibatkan ibu-ibu PKK.
  • Sekelompok Mahasiswa yang tergabung di Himpunan Mahasiswa Program Studi Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) bersama warga menanam sayuran di green house Kendangsari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/10/2021).

Sekelompok Mahasiswa yang tergabung di Himpunan Mahasiswa Program Studi Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) bersama warga menanam sayuran di green house Kendangsari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/10/2021). Mahasiswa UMSurabaya terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong sekitar hunian untuk dijadikan lahan bertani di tengah-tengah Kota. Melalui program ketahanan pangan di masa pandemi, mereka menggagas munculnya kampung hidroponik khususnya di wilayah kecamatan Kendangsari, Surabaya.

Program Kampoeng Hidroponik ini sendiri berhasil lolos pendanaan Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) Kementrian Pendidikan, kebudayaan, Riset dan Teknologi. Sebelumnya juga sudah mendapat pendanaan melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) tahun 2020.

Ketua kelompok Zainal Rusdi, menyampaikan bahwa program hidroponik sudah berjalan lebih dari setahun di wilayah Kendangsari. Bahkan beberapa tempat sudah memiliki hidroponik dan sudah beberapa kali menikmati hasil tanaman dari hidroponik tersebut. Proses pembangunan green house hingga perawatan tanaman hidroponik melibatkan ibu-ibu PKK.

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top