Aplikasi Amartha+ Jadikan Perempuan Pengusaha Mikro Tangguh Hadapi Pandemi Covid-19

  • Chief Commercial Officer Amartha, Hadi Wenas, mejabarkan Platform Peer-to-Peer Lending Amartha+ ketika menyampaikan informasi mengenai perkembangan bisnis Amartha di Jawa Timur, serta berbagi inspirasi dari mitra Amartha yang tetap berhasil melebarkan bisnis UMKM dengan bantuan dari Amartha dan para pendana di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/10/2021).
  • Amartha sebagai fintech P2P lending sangat mendukung akselerasi tingkat inklusi keuangan, khususnya bagi para perempuan pengusaha mikro di pedesaan.
  • Salah satu langkah yang telah diambil, yakni dengan menyediakan aplikasi Amartha+, aplikasi khusus para borrower yang memberikan fasilitas seperti belanja borongan, pembayaran pulsa, hingga pembayaran tagihan listrik. Aplikasi ini memberikan peluang bagi mitra untuk belanja secara grosir sehingga dapat menekan biaya modal dan memperoleh keuntungan lebih besar.
  • Chief Commercial Officer Amartha, Hadi Wenas, mejabarkan Platform Peer-to-Peer Lending Amartha+ ketika menyampaikan informasi mengenai perkembangan bisnis Amartha di Jawa Timur, serta berbagi inspirasi dari mitra Amartha yang tetap berhasil melebarkan bisnis UMKM dengan bantuan dari Amartha dan para pendana di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/10/2021).

Chief Commercial Officer Amartha, Hadi Wenas, mejabarkan Platform Peer-to-Peer Lending Amartha+ ketika menyampaikan informasi mengenai perkembangan bisnis Amartha di Jawa Timur, serta berbagi inspirasi dari mitra Amartha yang tetap berhasil melebarkan bisnis UMKM dengan bantuan dari Amartha dan para pendana di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/10/2021). Amartha sebagai fintech P2P lending sangat mendukung akselerasi tingkat inklusi keuangan, khususnya bagi para perempuan pengusaha mikro di pedesaan.

Salah satu langkah yang telah diambil, yakni dengan menyediakan aplikasi Amartha+, aplikasi khusus para borrower yang memberikan fasilitas seperti belanja borongan, pembayaran pulsa, hingga pembayaran tagihan listrik. Aplikasi ini memberikan peluang bagi mitra untuk belanja secara grosir sehingga dapat menekan biaya modal dan memperoleh keuntungan lebih besar.

Khusus untuk wilayah Jatim, Amartha+ mulai digunakan oleh ribuan mitra daerah Jatim dan akan terus disosialisasikan. Bahkan, di awal penggunaannya, aplikasi ini terbukti membantu para mitra untuk bertahan di kala pandemi, karena berpeluang mendapatkan uang tambahan dari hasil berjualan pulsa atau memfasilitasi pembayaran tagihan listrik.

Head of Micro Business Lending Jawa Amartha, Warsuwan, menyampaikan bahwa pandemi memang membawa tantangan tersendiri bagi para mitra. Terlebih, mereka yang menjalankan usaha di bidang perdagangan seperti warung makan atau warung kelontong, yang cukup terdampak akan adanya pandemi. Namun, para mitra tidak kehabisan ide. Mereka memanfaatkan layanan Amartha+ untuk menjajakan pulsa hingga layanan pembayaran tagihan listrik ke pelanggannya. Sehingga ada pemasukan tambahan yang diperoleh.

Untuk mempersiapkan para mitra dalam menggunakan produk teknologi keuangan, tenaga lapangan Amartha memberikan edukasi literasi digital secara berkala. Sebanyak 145 ribu mitra di Jatim mengikuti training pemanfaatan aplikasi Amartha+ untuk kebutuhan PPOB dan belanja borongan.

Di akhir tahun 2021 ini, Amartha menargetkan pertumbuhan jumlah borrower yakni sebesar satu juta borrower. Hingga saat ini, secara total Amartha memiliki lebih dari 835.000 borrowers yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Amartha masuk sebagai platform fintech nomor satu di Indonesia jika dilihat berdasarkan banyaknya jumlah borrower.

Amartha juga merupakan fintech tiga teratas jika dilihat berdasarkan jumlah outstanding loan. Khusus wilayah Jatim saja, sepanjang tahun 2021 ini, Amartha mencatatkan jumlah outstanding loan mencapai 235 miliar rupiah. Meningkat dari jumlah outstanding loan di selama tahun 2020 lalu yakni 214 miliar rupiah. Diproyeksikan, hingga akhir tahun 2021, Amartha dapat meningkatkan penyaluran pendanaan wilayah Jatim hingga 500 miliar rupiah.

Menurut Chief Commercial Officer Amartha, Hadi Wenas, potensi pengembangan UMKM di wilayah Jawa Timur cukup besar dan terbilang cukup stabil di tengah tantangan pandemi covid-19. Ini terlihat dari catatan tingkat pengembalian atau repayment rate wilayah Jawa Timur, yakni 98,17% setelah Juni 2020. Memang perolehan ini sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan provinsi lain di luar pulau Jawa yang mencapai 99%. Namun, mengingat kondisi pandemi covid-19 di Jawa lebih tinggi daripada di luar Jawa, perolehan ini sudah cukup baik dan bisa ditingkatkan seiring dengan perbaikan ekonomi pasca covid-19.

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top