Pemerintah Jepang Anugerahi Bintang Jasa Kepada Prof. Achmad Jazidie

  • Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji (kiri), menyematkan bintang jasa kepada Prof. Achmad Jazidie dalam upacara penganugerahan bintang jasa untuk periode musim semi 2020, di Konsulat Jenderal Jepang Surabaya, Jl. Sumatera no. 93, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (26/10/2021).
  • Penganugrahan Bintang Jasa Jepang The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon itu sebagai bentuk apresiasi kepada Achmad Jazidie karena telah berjasa dengan memberikan kontribusi bagi peningkatan pertukaran akademi serta saling pengertian antara Jepang dan Indonesia.
  • Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Mantan Wakil Rektor Institut Sepuluh Nopember, yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Nahdatul Ulama Surabaya tersebut juga berkontribusi dalam proyek The Japan Foundation Asia Center program Nihongo Partners, yakni pengiriman native speaker sebagai asisten pengajar Bahasa Jepang untuk SMA) yang dimulai pada tahun 2014 dengan membangun sistem penerimaan di Indonesia.
  • Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji (kiri), menyematkan bintang jasa kepada Prof. Achmad Jazidie dalam upacara penganugerahan bintang jasa untuk periode musim semi 2020, di Konsulat Jenderal Jepang Surabaya, Jl. Sumatera no. 93, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (26/10/2021).

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji (kiri), menyematkan bintang jasa kepada Prof. Achmad Jazidie dalam upacara penganugerahan bintang jasa untuk periode musim semi 2020, di Konsulat Jenderal Jepang Surabaya, Jl. Sumatera no. 93, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (26/10/2021). Penganugrahan Bintang Jasa Jepang The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon itu sebagai bentuk apresiasi kepada Achmad Jazidie karena telah berjasa dengan memberikan kontribusi bagi peningkatan pertukaran akademi serta saling pengertian antara Jepang dan Indonesia.

Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Mantan Wakil Rektor Institut Sepuluh Nopember, yang saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Nahdatul Ulama Surabaya tersebut juga berkontribusi dalam proyek The Japan Foundation Asia Center program “Nihongo Partners”, yakni pengiriman native speaker sebagai asisten pengajar Bahasa Jepang untuk SMA) yang dimulai pada tahun 2014 dengan membangun sistem penerimaan di Indonesia. Mendorong kementerian serta lembaga terkait, serta menandatangani MoU sebagai direktur penanggung jawab. Sehingga Indonesia membuat pondasi dengan menjadi negara penerima Nihongo Partners terbesar.

Kemudian dalam program Sosialisasi Lab-Based Education (LBE) Jepang melalui Project for Research and Education Development on Information and Communication Technology Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Sewaktu menjabat sebagai Wakil Rektor ITS, Jazidie terlibat dalam Project for Research and Education Development on Information and Communication Technology melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) sebagai perwakilan Indonesia. Ia berusaha menyosialisasikan Lab-Based Education (LBE) yang merupakah ciri khas universitas sains di Jepang berdasarkan pengalaman studi di Jepang.

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top