alexametrics

​​Kapal di Atas Rumah Lampulo dan Museum Tsunami Aceh

  • Bendera sejumlah negara terpasang di langit Museum Tsunami Aceh sebagai tanda terima kasih atas bantuan pada saat Tsunami Aceh 2004.
  • Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh berdiri megah menyimpan memorabilia yang menjadi saksi bisu kedahsyatan gempa dan tsunami yang menghantam Aceh pada 26 Desember 2004.
  • Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh berdiri megah menyimpan memorabilia yang menjadi saksi bisu kedahsyatan gempa dan tsunami yang menghantam Aceh pada 26 Desember 2004.
  • Helikopter milik kepolisian hancur disapu gelombang tsunami yang menerjang Aceh pada 2004.
  • Nama-nama korban keganasan gempa dan tsunami Aceh tertulis di dinding sumur doa di bagian dalam Museum Tsunami Aceh.
  • Kapal di Atas Rumah Lampulo menjadi saksi atas kebesaran sang Pencipta yang menyelamatkan 59 nyawa dari terjangan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.
  • Wisatawan mengunjungi Museum Tsunami Aceh yang terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Banda Aceh.

Kedahsyatan gempa 9,3 skala richter yang disusul dengan gelombang tsunami yang menyapu Aceh pada 26 Desember 2004 tidak bisa terlupakan. Ratusan ribu orang meninggal tersapu tsunami yang menjadi tragedi kemanusiaan terhebat di dunia. Kini, menjelang 13 tahun peringatan Tsunami Aceh yang dahyat itu, sisa-sisa kedahsyatan tsunami 2004 menjadi situs bersejarah yang akan selalu dikenang rakyat Aceh. Helikopter milik kepolisian yang hancur tersapu gelombang tsunami, nama-nama korban meninggal, dan foto serta film dokumenter peristiwa mahadahsyat itu tersimpan di Museum Tsunami Aceh. Museum Tsunami Aceh akan menjadi pengingat bagi generasi muda Nanggroe Aceh Darussalam bahwa Bumi Serambi Mekkah, tanah kelahiran mereka luluh lantak oleh guncangan gempa dan sapuan tsunami. Kapal di atas rumah di Gampong Lampulo turut menjadi saksi bisu keganasan tsunami. Kapal dengan tonase 20 ton itu terseret gelombang tsunami hingga mendarat di rumah milik keluarga Misbah dan Abassiah. Kapal dengan panjang 25 meter dengan lebar 5,5 meter itu masih kokoh terpaku di atas rumah yang kini menjadi situs bersejarah Aceh. Berkat kapal ini, 59 orang selamat dari terjangan tsunami. Kini, kapal itu menjadi saksi kedahsyatan tsunami sekaligus menjadi pengingat atas kebesaran Allah.

(rat)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak