alexametrics

Spiritualitas Trunyan, Desa Tertua di Bali

  • Desa Trunyan di Danau Batur, Kintamani, BaliUtara. Desa ini diyakini sebagai desa tertua di Pulau Dewata dan memiliki tradisi pemakaman yang berbeda dari masyarakat Bali lainnya.
  • Pohon Taru Menyan cikal bakal nama Desa Trunyan. Aroma pohon tersebut diyakini menyamarkan bau jenazah yang diletakkan di sekitarnya.
  • Pura Pancering Jagat dengan latarbelakang Gunung Batur. Candi tersebut memiliki tujuh tingkat dan digunakan untuk pemujaan Batara Da Tonta atau Ratu Sakti Pancering Jagat.
  • Sepasang boneka diletakkan dekat Pohon Taru Menyan.
  • Jenazah diletakkan di tempat pemakaman yang disebut SemeWayah. Hanya warga desa yang meninggal secara wajar bisa dimakamkan disini.
  • Uang yang sengaja ditinggalkan pihak keluarga di sekitar lokasi peletakan jenazah.
  • Desa Trunyan di Danau Batur, Kintamani, BaliUtara. Desa ini diyakini sebagai desa tertua di Pulau Dewata dan memiliki tradisi pemakaman yang berbeda dari masyarakat Bali lainnya.

Trunyan, sebuah desa yang memegang teguh tradisi-tradisi kuno. Berada di daerah Kintamani, tepatnya sebelah timur bibir DanauBatur, KabupatenBangli, Bali Utara. Desa ini diketahui merupakan desa tertua di Bali. Penduduknya diyakini sebagai orang Bali asli atau Bali Aga.

Trunyan memiliki tradisi pemakaman yang unik, jenazah warga tidak dikuburkan atau dibakar sebagaimana prosesi pada umumnya. Namun hanya diletakkan begitu saja di atas tanah, tepatnya di bawah pohon taru menyan.

Desa Trunyan diperkirakan ada sejak abad X Masehi. Prasasti Trunyan berangka tahun 833 Saka, mengungkapkan izin pembangunan candi bertingkat tujuh untuk pemujaan Batara Da Tonta. Kehidupan spiritual warga Trunyan merupakan versi berbeda dari Hindu di Bali. Itu terlihat dari dewa-dewa yang tidak dipuja di tempat lain seperti Ratu Sakti Pancering Jagat. Perbedaan lain dengan kebanyakan masyarakat Hindu Bali tampak pada pemakaman yang tidak melalui ngaben atau pembakaran jenazah.

(ary)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak