alexametrics

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Obat Ilegal Beromzet Rp3,5 Miliar

  • Petugas gabungan menunjukkan berbagai jenis barang bukti.
  • Petugas menunjukkan menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal.
  • Petugas menunjukkan menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal.
  • Petugas gabungan yang terdiri Balai Besar POM (BBPOM) Semarang, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Polda Jateng bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jateng berhasil membongkar sindikat distribusi kosmetik dan obat ilegal di Semarang dan Magelang, Senin (28/5) lalu.
  • Petugas gabungan yang terdiri Balai Besar POM (BBPOM) Semarang, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Polda Jateng bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jateng berhasil membongkar sindikat distribusi kosmetik dan obat ilegal di Semarang dan Magelang, Senin (28/5) lalu.
  • Petugas menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal saat rilis yang digelar di gudang obat Jalan Arteri Soekarno Hatta Nomor 12, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (31/5/2018)

Petugas gabungan yang terdiri Balai Besar POM (BBPOM) Semarang, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Polda Jateng bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jateng berhasil membongkar sindikat distribusi kosmetik dan obat ilegal di Semarang dan Magelang, Senin (28/5) lalu.

Dalam rilis yang digelar di gudang obat Jalan Arteri Soekarno Hatta Nomor 12, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (31/5/2018), di gudang tersebut banyak ditemukan barang bukti berbagai jenis obat ilegal, di antaranya injeksi vitamin C, kolagen, gluthathion, tretinoin, obat-obat pelangsing, sibutramine HCl serta produk-produk skincare dengan total sejumlah 146 item (127.900 pieces) dengan nilai keekonomian diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar

Petugas juga menyita tujuh unit handphone dan lima lima unit personal komputer yang digunakan untuk transaksi dan administrasi penjualan serta dokumen dan catatan penjualan. Sebab itu, BPOM RI menyita seluruh produk obat ilegal beserta dokumen dan catatan penjualan tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara terhadap saksi-saksi, PPNS BPOM RI telah menetapkan satu orang tersangka berinisial UA, warga Semarang.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak