Sekolah di Pinggir Jalan, Keysha Terus Mengejar Cita-Cita

  • Keysa (8), murid kelas 2 SDN Bukit Duri 01 Pagi mendekap buku pelajaran di dekat lapak ayam krispy tempat ibunya berjualan, di Jalan Bukit Duri Tanjakan, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2020).
  • Dengan bimbingan ibunya, Keysha belajar secara online di samping lapak ayam krispy
  • Dengan bimbingan ibunya, Keysha belajar secara online di samping lapak ayam krispy
  • Dengan bimbingan ibunya, Keysha belajar secara online di samping lapak ayam krispy
  • Okta melayani pembeli sambil terus membimbing Keysha mengikuti pelajaran secara online.
  • Okta baru sebulan terakhir ini kerja sebagai penjual ayam goreng di lapak milik tetangganya.
  • Okta baru sebulan terakhir ini kerja sebagai penjual ayam gorang di lapak milik tetangganya.
  • Ayah Keysha, Firman membantu menyiapkan buku pelajaran.
  • Keysha berpamitan dengan ayahnya untuk menyusul ibunya di lapak ayam goreng
  • Dibimbing ibunya, Keysha terus semangat mengikuti pelajaran online.
  • Keysha berjalan menyusuri gang sempit menuju tempat ibunya berjualan ayam.
  • Keysha bercita-cita menjadi seorang dokter. Kelak ia ingin menolong sesama yang kesulitan dengan masalah kesehatan.
  • Keysha bercita-cita menjadi seorang dokter. Kelak ia ingin menolong sesama yang kesulitan dengan masalah kesehatan.
  • Keysha bersama ibu dan adik-adiknya melangkah pulang


Keysha (8), anak pertama dari 3 bersaudara, dari pasangan Firman (32) dan Okta (31), terus melumat pelajaran sekolah yang ia terima melalui smartphone. Bukan di dalam rumah megah, namun di samping lapak ayam krispy di mana ibunya sibuk dengan tepung dan minyak gorengnya.

Keysha bersama orang tua dan adik-adik tinggal di rumah neneknya, yang kondisinya kini sangat memprihatinkan. Bahkan atap rumahnya tinggal menunggu waktu saja untuk rubuh. Keysha bercita-cita menjadi seorang dokter. Kelak ia ingin menolong sesama yang kesulitan dengan masalah kesehatan.

Dalam menjalani masa belajarnya secara daring, ia tetap semangat meskipun harus menggunakan smartphone milik ibunya. Ia pun harus mengikuti ibunya ke tempat berjualan agar bisa menggunakan gawai itu dan memudahkan ibunya dalam membimbing.

Okta baru sebulan terakhir ini kerja sebagai penjual ayam goreng di lapak milik tetangganya. Sedangkan Anang sudah sejak 4 bulan lalu dirumahkan oleh perusahaan di mana ia bekerja, akibat pandemi Covid-19.

Hingga kini Anang membantu istrinya berjualan ayam di lapak, sambil terus mencari mata pencaharian baru. Anang dan Okta terus semangat mengantarkan Keysha menggapai cita-cita.

(rat)
Top