alexametrics

Wapres Jusuf Kalla Resmikan RSI Wonokromo Surabaya

  • Rumah sakit swasta tertua di Surabaya setinggi lima lantai dengan 20 kamar ini, akan dijadikan sebagai Rumah Sakit Pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan menjadi pusat layanan hemodialisa (cuci darah) serta layanan kesehatan dan kecantikan kaum hawa (women health and beauty).
  • Ketua Yayasan RS Islam Surabaya (Yarsis) Muhammad Nuh melihat salah suatu ruang perawatan.
  • Wapres Jusuf Kalla menghadiri peresmian Graha RS Islam Surabaya di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.
  • Wapres Jusuf Kalla menyampaikan pidato saat menghadiri peresmian Graha RS Islam Surabaya di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.
  • (Kiri-kanan) Direktur RS Islam Wonokromo Surabaya dr. Syamsul Arifin, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menristekdikti H Mohammad Nasir dan Ketua Yayasan RS Islam Surabaya (Yarsis) Muhammad Nuh, menekan tombol sirine ketika meresmikan Graha RS Islam Surabaya di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/7/2018).

(Kiri-kanan) Direktur RS Islam Wonokromo Surabaya dr. Syamsul Arifin, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menristekdikti H Mohammad Nasir dan Ketua Yayasan RS Islam Surabaya (Yarsis) Muhammad Nuh, menekan tombol sirine ketika meresmikan Graha RS Islam Surabaya di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/7/2018). Keberadaan rumah sakit yang didirikan Yayasan RS Islam Nahdatul Ulama (NU) tersebut diharapkan dapat memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat.



Rumah sakit swasta tertua di Surabaya setinggi lima lantai dengan 20 kamar ini, akan dijadikan sebagai Rumah Sakit Pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan menjadi pusat layanan hemodialisa (cuci darah) serta layanan kesehatan dan kecantikan kaum hawa (women health and beauty).

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak