alexametrics

Goa Suci, Cahaya Surga Terpendam dari Majapahit

  • Seorang warga melintas di area ladang yang mengelilingi bukit batuan kapur, yang di dalamnya merupakan lokasi di mana Goa Suci berada, di Dusun Suci, Desa Wagun, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.
  • Pahatan angka tahun di salah satu dinding goa menggunakan angka Jawa kuno yang menyebut tahun 1026.
  • Pahatan angka tahun di salah satu dinding goa menggunakan angka Jawa kuno yang menyebut tahun 1026.
  • Seorang petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) menaiki lorong-lorong goa untuk melakukan pemeriksaan.
  • Sebuah pohon yang konon berusia tua berada di tengah lengkungan antargua memberikan suasana rindang di area Goa Suci.
  • Pahatan angka tahun di salah satu dinding goa menggunakan angka Jawa kuno yang menyebut tahun 1026.
  • Pengunjung mengabadikan sinar yang terpancar dari celah atap atau lubang dari atas goa.
  • Petugas BPCB melakukan perawatan pada dinding-dinding goa agar tetap terjaga keasliannya. Gua Suci telah ditetapkan sebagai situs BCB pada tahun 1979.
  • Petugas BPCB melakukan perawatan pada dinding-dinding goa agar tetap terjaga keasliannya. Gua Suci telah ditetapkan sebagai situs BCB pada tahun 1979.
  • Pengunjung mengabadikan sinar yang terpancar dari celah atap atau lubang dari atas goa Suci, di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Julukan Kota Seribu Goa sepertinya memang layak disematkan pada Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Banyak goa yang eksotis dan layak untuk dikunjungi. Selama ini masyarakat ataupun wisatawan lebih mengenal Goa Ngerong yang unik dengan ribuan kelelawar bergelantungan di atap goa. Kemudian, Goa Akbar yang terkenal dengan keindahan stalaktit dan stalakmitnya, dan masih banyak goa-goa lainnya yang menyuguhkan keindahan alami.

Namun, ternyata ada satu goa yang tak kalah eksotis dan terbilang masih natural. Adalah Goa Suci, yang letaknya berada di Dusun Suci, Desa Wagun, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Tak banyak diketahui asal-usul goa yang memiliki luas sekitar 624 meter ini.

Dari informasi yang digali SINDOnew.com, goa yang berstruktur batuan kapur ini bukanlah goa alam, melainkan buatan manusia pada masa Kerajaan Majapahit. Hal itu diperkuat dengan pahatan angka tahun di salah satu dinding goa menggunakan angka Jawa kuno yang menyebut tahun 1026. Tampak juga goresan gambar wayang yang merupakan salah satu bagian cerita Arjunawiwaha serta gambar-gambar (kode-kode) seperti lengkungan yang hingga kini belum diketahui maksudnya.

Keistimewaan Goa Suci terdapat pada warna dinding goa, pahatan-pahatan kuno, hingga Ray of Light dari celah atap dan mulut goa yang sangat indah. Goa ini memiliki kedalaman sekitar 14 meter, dengan atap kerucut dan berlubang dengan dinding goa yang berundak-undak.

(rat)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak