alexametrics

Puluhan Pelari Susuri Keindahan Alam Flores dalam Jelajah Timur

  • Siswa sekolah menyapa puluhan peserta lari Jelajah Timur-Run for Equality saat melintas di Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (19/10/2019).
  • Warga menyapa pelari peserta Jelajah Timur-Run for Equality yang melintas di kawasan Pantai Blue Stone, Ende, NTT, Sabtu (19/10/2019).
  • Peserta lari Jelajah Timur-Run for Equality melintasi jembatan di Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (19/10/2019).
  • Peserta menyapa anak-anak yang menyaksikan ajang Jelajah Timur-Run for Equality di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (19/10/2019).
  • Air mengucur saat peserta melakukan pendinginan saat beristirahat di water stop KM45 di Nagekeo, NTT, Sabtu (19/10/2019).
  • Peserta lari Jelajah Timur-Run for Equality melintas di padang rumput di Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (19/10/2019).
  • Pelari Carla Felany (kiri) dan Endang Suryani Borupayung berdampingan memasuki garis finish dalam ajang lari Jelajah Timur-Run for Equality di Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (19/10/2019).
  • Siswa sekolah menyapa puluhan peserta lari Jelajah Timur-Run for Equality saat melintas di Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (19/10/2019).

Peserta lari Jelajah Timur-Run for Equality melintas di padang rumput di Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (19/10/2019). Puluhan pelari dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti ajang lari ultra-marathon sejauh 57 km yang dimulai dari Pantai Blue Stone, Kabupaten Ende dan berakhir di Lapangan Berdikari, Mbay, Kabupaten Nagekeo. Ajang lari untuk amal (charity run) ini digagas Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) untuk membangun sarana air bersih, sedikitnya di dua desa yang mencakup sepuluh dusun di NTT.

Kegiatan ini dilatarbelakangi minimnya akses air bersih di beberapa desa di NTT, bahkan di beberapa desa warga harus berjalan hingga dua jam untuk mendapatkan air bersih. Seringkali tanggung jawab mengambil? air tersebut dibebankan kepada anak perempuan. Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti menyatakan. ”Meningkatkan akses air bersih beraru? membantu mengurangi beban dan resiki yang dihadapi anak perempuan”. Dini juga mengungkap bahwa Plan Indonesia akan menjalankan program ini setidaknya lima tahun ke depan dengan target 121 dusun di Timor, 153 dusun di Flores dan 252 dusun di Lembata. “Kami tidak bisa bergerak sendiri, karena itu perlu sinergi dari berbagai pihak, pemerintah daerah, swasta dan tentunya masyarakat”, tutupnya.

(ary)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak