Asa dari Tetesan Getah Karet Bumi Pendalungan

  • Andi (27), salah satu penyadap getah karet lengkap dengan peralatan memacu sepeda kunonya menuju kebun karet Renteng, Jember.
  • Kegiatan penyadapan biasanya dilaukan mulai pukul 12.00 - 04.00 Wib. Saat itulah getah karet mengucur deras.
  • Untuk menampung getah, penyadap memasang mangkok dari berbagai bermacam-macam bahan seperti alumunium.
  • Getah karet dikumpulkan pada ember sebelum disetor ke pabrik.
  • Getah karet dikumpulkan pada ember sebelum disetor ke pabrik
  • Getah karet dikumpulkan pada ember sebelum disetor ke pabrik.
  • Getah karet berupa cairan seperti susu. Cairan ini akan diolah dengan proses panjang sebelum di ekspor.
  • Penyadap melintas disisi pohon karet yang disadap
  • Penyadap menunjukkan getah karet yang ditampung dalam mangkok kecil
  • Petugas pabrik karet Renteng mengambil getah karet di kebun karet Renteng
  • Sebelum diangkut di truk, getah karet diukur dan dicatat untuk terlebih dulu.
  • Petugas mengangkut getah karet hasil sadapan dari para penyadap di titik yang sudah ditentukan
  • Andi (27) bersiap berangkat ke kebun untuk memungut hasil sadapan.
  • Pekerja memeriksa kondisi olahan getah karet diruang pengasapan. Selama 5 hari, getah yang sudah dibekukan diasap diruang tertutup
  • Potret petugas pengasapan.
  • Proses pengasapan di pabrik karet Renteng masih menggunakan bahan bakar kayu.
  • Pekerja melakukan sortasi pada produk karet berupa karet sheet atau produk karet setengah jadi. Karet setengah jadi itu merupakan bahan baku bagi industri yang memakai bahan baku berupa karet.
  • Pekerja melakukan sortasi pada produk karet berupa karet sheet atau produk karet setengah jadi. Karet setengah jadi itu merupakan bahan baku bagi industri yang memakai bahan baku berupa karet.
  • Andi (27), salah satu penyadap getah karet lengkap dengan peralatan memacu sepeda kunonya menuju kebun karet Renteng, Jember.
  • Andi (27), salah satu penyadap getah karet lengkap dengan peralatan memacu sepeda kunonya menuju kebun karet Renteng, Jember.

Bumi Pendalungan, daerah yang terletak diujung timur dan menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur ini memiliki kekayaan alam yang melimpah. Tak ayal, kawasan yang dikelilingi pegunungan berapi seperti Argopuro, Raung, hingga Ijen itu menjadi sorga para pegiat agribisnis.

Beragam tanaman seperti tembaku, kopi, kakao, aneka kayu, tebu dan lainnya tumbuh subur disetiap jengkal tanah kabupaten Jember ini. Begitu juga dengan tanaman karet. Pohon-pohon itu tumbuh subur menjulang tinggi di perkebunan Renteng, salah satu perkebunan yang dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII).

Kebedaraan kebun karet di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember inipun  menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat yang tinggal disekitarnya. Setiap hari, ratusan orang mengandalkan hidup dari tetesan getah karet. Jika ditotal, ada sekitar 460 orang menekuni profesi sebagai penyadap karet.

Seperti Andi misalnya. Pria 27 tahun ini sudah lima tahun lamanya mengandalkan pencaharian sebagai penyadap getah karet. Setiap malam, mulai pukul 12.00 - 04.00 Wib Andi masuk ke kebun untuk menyadap. Kemudian pukul 06.00 Wib, ia kembali untuk mengumpulkan tetesan getah karet.

Getah-getah karet atau lateks yang berhasil dipungut itu tidak perlu dikirim langsung ke pabrik. Para penyadap tinggal mengumpulkan pada titik yang sudah ditentukan dan akan diangkut sendiri oleh petugas pabrik karet.

Hasil dari getah karet cukup lumayan. Bagi masyarakat perkebunan sudah cukup untuk menghidupi keluarga kecil mereka. Dua kali dalam seminggu, para penyadap bisa mengantongi Rp.700 - 900 ribu.

Asisten Kepala Kebun Renteng, Agustinus Wahyu Widodo, menjelaskan pohon karet ini bercokol pada lahan 821 hektar, dari total lahan seluas 1980 hektar yang dikelola oleh PTPN XII. Karet alam dari perkebunan Renteng diolah sendiri di pabrik Renteng dan menjadi komoditas ekspor.

Untuk pengolahan, getah karet dari kebun dikirim ke pabrik untuk diproses menjadi karet sheet atau produk karet setengah jadi. Karet setengah jadi itu merupakan bahan baku bagi industri yang memakai bahan baku berupa karet.

(sra)
Top