Gelombang Unjuk Rasa Anti-Monarki Terus Berlanjut di Bangkok

  • Ribuan pengunjuk rasa pro-demokrasi menyalakan lampu ponsel mereka selama protes anti-pemerintah di Bangkok, Thailand, Minggu (18/10/2020).
  • Ribuan demonstran mengenakan jas hujan dan tidak meninggalkan lokasi meski hujan deras mengguyur saat aksi berlangsung.
  • Seorang pengunjuk rasa dengan tubuh yang dilumuri cat tidur di jalan utama Bangkok saat unjuk rasa anti-monarki dan anti-pemerintah di Bangkok, Thailand.
  • Gelombang demonstrasi anti-monarki dan anti-pemerintahan terus berlanjut dari siang hingga malam hari.
  • Mereka mengabaikan larangan demonstrasi yang ditujukan untuk melawan Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-ocha dan kekuasaan kerajaan.

Ribuan pengunjuk rasa pro-demokrasi menyalakan lampu ponsel mereka selama protes anti-pemerintah di Bangkok, Thailand, Minggu (18/10/2020). Gelombang demonstrasi anti-monarki dan anti-pemerintahan terus berlanjut dari siang hingga malam hari. Mereka mengabaikan larangan demonstrasi yang ditujukan untuk melawan Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-ocha dan kekuasaan kerajaan.

Para demonstran mengungkapkan, kemenangan Prayuth pada pemilu tahun lalu memang merupakan skenario untuk mengamankan kudeta pada 2014. Demonstrasi itu juga menunjukkan upaya kritik tajam terhadap Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. Para demonstran melanggar tabu karena demonstrasi terhadap raja memang dulu jarang sekali terjadi dan berisiko terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kerajaan Thailand belum berkomentar mengenai aksi demonstrasi tersebut. Raja Thailand Maha Vajiralongkorn hanya mengatakan Thailand membutuhkan orang yang mencintai negara dan kerajaan.

REUTERS / Jorge Silva

(bon)
Top