Kokohnya Fort Willem I, Benteng Pendem Tinggalan Belanda di Ambarawa

  • Sejumlah pengunjung menikmati beragam sudut bangunan Fort Willem I di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2020).
  • Sejumlah pengunjung menikmati beragam sudut bangunan Fort Willem I di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2020).
  • Pengunjung menikmati beragam sudut bangunan Fort Willem I di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2020).
  • Sejumlah pengunjung menikmati beragam sudut bangunan Fort Willem I di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2020).
  • Sejumlah pengunjung menikmati beragam sudut bangunan Fort Willem I di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2020).
  • Kompleks benteng pendem saat ini masih digunakan sebagai Lapas IIA Ambarawa, rumah dinas sipir dan tentara, sekaligus tempat wisata.
  • Kompleks benteng pendem saat ini masih digunakan sebagai Lapas IIA Ambarawa, rumah dinas sipir dan tentara, sekaligus tempat wisata.
  • Bangunan tersebut terlihat begitu kuno. Bagian dinding sudah nampak mengelupas di kanan kiri. Ada kesan seram namun tak menghilangkan kesan kokoh, elok sekaligus menakjubkan.
  • Bangunan tersebut terlihat begitu kuno. Bagian dinding sudah nampak mengelupas di kanan kiri. Ada kesan seram namun tak menghilangkan kesan kokoh, elok sekaligus menakjubkan.
  • Bangunan tersebut terlihat begitu kuno. Bagian dinding sudah nampak mengelupas di kanan kiri. Ada kesan seram namun tak menghilangkan kesan kokoh, elok sekaligus menakjubkan.
  • Bangunan tersebut terlihat begitu kuno. Bagian dinding sudah nampak mengelupas di kanan kiri. Ada kesan seram namun tak menghilangkan kesan kokoh, elok sekaligus menakjubkan.
  • Kompleks benteng pendem saat ini masih digunakan sebagai Lapas IIA Ambarawa, rumah dinas sipir dan tentara, sekaligus tempat wisata.

Sejumlah pengunjung menikmati beragam sudut bangunan Fort Willem I di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2020). Benteng pendem ini menjadi saksi bisu kolonialisme Belanda hingga tekad bangsa Indonesia merebut kemerdekaan. Kini, tangsi serdadu itu masih elok dikunjungi pelancong, meski berselimut misteri. Benteng atau beteng tinggalan Belanda itu, hingga kini masih kokoh berdiri di tengah persawahan Desa Lodoyong RT 07 RW 03.

Kompleks benteng pendem saat ini masih digunakan sebagai Lapas IIA Ambarawa, rumah dinas sipir dan tentara, sekaligus tempat wisata. Ada sekitar 77 orang yang menghuni lantai dua benteng pendem. Sedangkan, di sisi lain ada ratusan narapidana kriminal dan narkoba yang menghuni lembaga pemasyarakatan.

Untuk menuju lokasi benteng dapat melalui jalur lingkar Ambarawa atau dekat RSUD dr Gunawan Mangunkusumo. Cirinya, ada gapura berwarna kuning. Dari Kota Semarang, dapat ditempuh sekitar 1,5 jam, berkendara motor atau mobil.

Sampai di tempat tersebut, pengunjung harus melalui Jalan Kyai Mahfudh Salam atau Jalan Benteng Dalam. Jalan tersebut terbilang kecil, kendaraan roda empat tak bisa jalan bersisian. Bila tidak melewati tempat itu, bisa juga melewati kompleks militer dan Lapas Ambarawa. Namun tentu saja, harus diperiksa dengan ketat.

Sekitar satu kilometer dari gerbang berwarna kuning, warga setempat telah menyediakan tempat parkir. Untuk retribusinya, cukup membayar Rp5.000 per orang plus parkir.

Dari lahan parkir, yang langsung terlihat adalah lengkungan gerbang seperti lorong. Bangunan tersebut terlihat begitu kuno. Bagian dinding sudah nampak mengelupas di kanan kiri. Ada kesan seram namun tak menghilangkan kesan kokoh, elok sekaligus menakjubkan.

(rat)
Top