Jarahan Perang Berlian Banjarmasin di Museum Belanda

  • Berlian Banjarmasin hasil jarahan perang kolonial pada 1875 disimpan di Rijksmuseum Amsterdam, Belanda, Sabtu (10/10/2020).
  • Rak tombak J.C. Baud, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, c. 1834, ditampilkan di Rijksmuseum di Amsterdam, Belanda,
  • Sebuah meriam 1765 milik Raja Kandy (Sri Lanka) yang juga dipamerkan di Rijksmuseum Amsterdam, Belanda.
  • Museum ini juga menyimpan sejumlah artefak lainnya yang dirampas dari Indonesia pada masa penjajahan.
  • Di museum tebesar di Belanda ini, berlian Banjamasin puluhan tahun berada di gudang, sampai akhirya dipajang lagi pada 2013 dan menjadi 36 karat dari semula 80 karat.

Berlian Banjarmasin hasil jarahan perang kolonial pada 1875 disimpan di Rijksmuseum Amsterdam, Belanda, Sabtu (10/10/2020). Museum ini juga menyimpan sejumlah artefak lainnya yang dirampas dari Indonesia pada masa penjajahan.
Berlian Banjarmasin pada awalnya saat dibawa ke Belanda pada abad ke-19 dulu tidak berjalan mulus. Setelah ditolak Raja William III karena biaya pengolahan sangat tinggi, berlian ini akhirnya disimpan di gudang dan diserahkan ke Rijksmuseum sebagai milik pemerintah kolonial pada 1902.  Pada masa itu berlian Banjarmasin dibilang sebagai benda jelek dan tidak ada harganya.
Di museum tebesar di Belanda ini, berlian Banjamasin puluhan tahun berada di gudang, sampai akhirya dipajang lagi pada 2013 dan menjadi 36 karat dari semula 80 karat.
Keterangan resmi saat ini tertulis Berlian ini merupakan jarahan perang yang dulunya dimiliki Panembahan Alam, Sultan Banjarmasin (Kalimantan).

REUTERS / Piroschka van de Wouw

(bon)
Top