Pandemi Tak Berujung, 36.721 Jiwa Meregang Nyawa Akibat Covid-19

  • Salah satu keluarga korban Covid-19 berdoa di area pemakaman jenazah khusus Covid-19 di TPU Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (22/1/2021). Pemerintah provinsi DKI Jakarta membuka lahan pemakaman baru untuk jenazah pasien Covid-19 seluas 3.000 meter persegi. pembukaan lahan baru di TPU Bambu Apus disebabkan lahan pemakaman di TPU Pondok Ranggon telah penuh sejak akhir 2020. FOTO/Yorri Farli
  • Para tenaga medis dan civitas akademika Universitas Airlangga (Unair) penuh haru ketika mengikuti prosesi pelepasan jenazah dr Miftah Fawzy Sarengat, di depan Fakultas Kedokteran (FK) Unair Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/6/2020). Dokter yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya ini dinyatakan meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19, pada Rabu (10/6/2020). Dokter Miftah Fawzy Sarengat merupakan dokter ketiga di Surabaya yang meninggal dunia akibat Covid-19. FOTO/Ali Masduki
  • Petugas pemakaman TPU Tegal Alur menggotong peti jenazah Covid 19 saat akan memasukan kedalam liang lahat, Senin (1/2/2021). FOTO/Yorri Farli
  • Jajaran PNS di lingkungan Pemrov DKI Jakarta memberikan penghormatan terakhir untuk Sekda DKI Saefullah di Balai Kota, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Sekda DKI Saefullah yang meninggal dunia tadi siang pukul 12.55 setelah menjalani perawatan intensif karena positif Covid-19 di RSPAD Gatot Soebroto. FOTO/Isra Triansyah
  • Petugas memakamkan jenazah dengan protokol pemakaman jenazah pasien corona, di komplek Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4/2020). FOTO/Ali Masduki
  • Suasana malam hari di pemakaman khusus Covid-19 TPU Tegal Alur, Jakarta, Senin (04/01/2021). Setelah TPU khusus Covid-19 di Pondok Ranggon terisi penuh, TPU Tegal Alur menerima limpahan pemakaman jenazah terkait Covid-19 dengan rata-rata per hari 25-35 pemakaman. TPU Tegal Alur memiliki 70 orang petugas yang saling bahu membahu memakamkan jenazah dengan protokol Covid-19, dan sudah lebih dari 4000 jenazah yang dimakamkan terkait Covid-19. FOTO/Astra Bonardo
  • Suasana blok pemakaman korban Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (5/1/2021). Saat ini TPU Pondok Ranggon tak lagi menjadi TPU rujukan untuk pemakaman jenazah Covid-18 dikarenakan sudah penuh. Saat ini, TPU Pondok Ranggon masih melayani pemakaman sistem tumpang untuk jenazah untuk jenazah Covid-19 yang harus mendapatkan izin dari keluarga dari makam yang ditumpangi. FOTO/Isra Triansyah
  • Pekerja menyelesaikan pembuatan peti mati khusus korban Virus Corona di Tangerang, Banten, Jumat (5/2/2021). Industri pembuatan peti mati berskala besar ini mampu menyelesaikan sebanyak 100 peti mati dalam satu hari guna memenuhi permintaan rumah sakit rujukan COVID 19 disejumlah daerah di Indonesia. FOTO/Yorri Farli
  • Keluarga menyaksikan proses pemakaman kerabatnya yang dimakamkan dengan protokol Covid-19, di TPU Keputih Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/8/2020). Kematian akibat terpapar Covid-19 cukup menyedihkan. Selain tidak bisa menemani saat detik-detik terakhir diruang isolasi, kerabat tidak bisa mendekat sewaktu mengantar ditempat peristirahatan terakhir. FOTO/Ali Masduki
  • Petugas Krematorium mengenakan Hazmat dan alat pelindung diri (APD) ketika memasukkan peti jenazah kedalam tungku pembakaran di Krematorium Keputih, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (30/1/2021). Selama pandemi Covid-19, tempat pengabuan jenazah pertama yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini tidak pernah berhenti beroperasi. Sudah ratusan jenazah korban Covid-19 dikremasi ditempat ini atas permintaan keluarga. FOTO/Ali Masduki

Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama setahun di Indonesia. Namun, penularan virus corona masih terjadi di masyarakat. Korban yang meninggal pun berjatuhan setiap harinya. Menurut data pemerintah pada Rabu (3/3), angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 36.721 orang.

Tidak dapat dipungkiri, kasus kematian akibat COVID-19 di Indonesia terbilang cukup tinggi, bahkan persentasenya masih di atas rata-rata global. Kapan hilangnya pandemi COVID-19 ini dari muka bumi sudah diprediksi oleh sejumlah pihak, namun tidak ada satu pun yang benar-benar bisa mengungkapkan tepat kapan akan berakhir.

Rasa jenuh, frustasi bahkan luka mendalam akibat kehilangan anggota keluarga karena terpapar covid-19 yang kini masyarakat rasakan. Ancaman kehilangan mata pencaharian serta gelombang PHK pun tidak dapat dihindari bagi sebagian masyarakat.

Namun ada yang harus dipertahankan untuk melalui pandemi yang tak berujung ini. Yaitu kebersamaan untuk saling menguatkan dan meyakini Indonesia bisa melaluinya dengan ketegaran.

(sra)
Top