Protes Sampah dari Amerika, River Warriors Indonesia Demo Konjen AS di Surabaya

  • Puluhan aktivis lingkungan River Warriors Indonesia menggelar aksi protes di depan Konjen Amerika Serikat di Surabaya, Jawa Timur.
  • Organisasi anak muda yang fokus pada penanganan dan pencegahan pencemaran sampah plastik di Sungai Brantas tersebut memprotes kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang masih mengekspor Sampah ke Indonesia.
  • Co-Captain River Warrior Indonesia, Aeshnina Azzahra aqilani, mengatakan kiriman sampah plastik dari Amerika Serikat ke Indonesia, masih saja terjadi.
  • Padahal pada tahun 2019, Amerika Serikat berjanji akan meningkatkan menejemen sampah dan daur ulangnya dan berkontribusi dalam upaya penanganan pencemaran sampah plastik global.
  • Puluhan aktivis lingkungan River Warriors Indonesia menggelar aksi protes di depan Konjen Amerika Serikat di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/3/2021).

Puluhan aktivis lingkungan River Warriors Indonesia menggelar aksi protes di depan Konjen Amerika Serikat di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/3/2021). Organisasi anak muda yang fokus pada penanganan dan pencegahan pencemaran sampah plastik di Sungai Brantas tersebut memprotes kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang masih mengekspor Sampah ke Indonesia.

Co-Captain River Warrior Indonesia, Aeshnina Azzahra aqilani, mengatakan kiriman sampah plastik dari Amerika Serikat ke Indonesia, masih saja terjadi. Padahal pada tahun 2019, Amerika Serikat berjanji akan meningkatkan menejemen sampah dan daur ulangnya dan berkontribusi dalam upaya penanganan pencemaran sampah plastik global.

Pada 2019 lalu pihaknya pernah mengirimkan Surat Protes kepada Donald Trump, Presiden Amerika untuk tidak lagi mengirim sampah plastik ke Indonesia.

Tapi kenyataannya masih ada kiriman 3 petikemas limbah plastik jenis LDPE yang dikirim dari California menuju Pelabuhan Belawan, Medan.

Hal ini bertolak belakang dengan fakta meningkatnya jumlah ekspor plastik bekas dari Amerika Serikat ke negara-negara miskin dari 45 juta ton menjadi 48 juta ton pada bulan Januari 2021.

Menurut River Warrior, aktifitas tersebut jelas ilegal karena sebagai negara yang meratifikasi Konvensi Basel tidak diperbolehkan menerima limbah/sampah plastik dari Amerika Serikat yang bukan negara Anggota Basel Convention.

Jenis Sampah plastik LDPE memiliki tingkat kontaminasi yang sangat tinggi dan sulit untuk di daur ulang, ini tidak adil karena Amerika Serikat harusnya mengerem pengiriman sampah plastik ke negara berkembang seperti Indonesia.

Untuk itu, River Warrior mendesak Pemerintah Amerika Serikat agar menghentikan kiriman sampah kertas dan plastik tercampur dan kotor ke Indonesia. Membersihkan tumpukan sampah plastik yang dibuang di perdesaan sekitar pabrik kertas yang berasal dari Amerika dam menjadi negara anggota Konvensi Basel untuk mendukung pengelolaan sampah plastik yang adil dan bertanggung jawab

Mendesak Amerika agar mengelola sampah di negaranya sendiri dan tidak menjadikan negara berkembang sebagai tempat pembuangan sampah. Serta memperketat pengawasan di pelabuhan Amerika agar tidak ada sampah plastik dan kertas bercampur dan kotor yang dikirim lagi ke Indonesia.

Dalam aksinya, aktivis lingkungan ini membentangkan sejumlah poster bertuliskan Stop Export Your Trash to Indonesia, USA Eat Plastic to Much dan lainnya. Mereka juga membawa sampah-sampah plastik dari Amerika. Sebagian sampah dilempar kearah Konjen sebagai simbol dikembalikannya sampah Amerika ke Negaranya. Mereka juga berkirim surat pada Presiden AS Joseph Robinette Biden Jr.

(sra)
Top