alexametrics

Ecoton Ajak Warga Jaga Kali Surabaya dari Sampah Plastik

  • Aktifis lingkungan yang tergabung dalam Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) membentangkan sejumlah poster ketika aksi susur sungai Kalimas, di Surabaya, Jawa Timur.
  • Aktifis lingkungan yang tergabung dalam Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) membentangkan sejumlah poster ketika aksi susur sungai Kalimas, di Surabaya, Jawa Timur.
  • Ecoton mengajak masyarakat supaya bersama-sama menjada kali Surabaya dengan tidak membuang sampah, khususnya sampah plastik di sungai yang menjadi bahan utama baku air PDAM di Kota Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.
  • Ecoton menyebut, sampah plastik yang dibuang ke sungai seperti tas kresek, sachet personal care dan sachet makanan, botol plastik, Styrofoam dan bungkus plastik lainnya akan terdegradasi menjadi remah-remah atau serpihan plastik kecil berukuran 0,1 hingga 5 mm yang disebut Mikroplastik. Masuknya mikroplastik dalam tubuh manusia akan berpotensi mengganggu sistem hormonal dan imun manusia.
  • Aktifis lingkungan yang tergabung dalam Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) membentangkan sejumlah poster ketika aksi susur sungai Kalimas, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/7/2020).

Aktifis lingkungan yang tergabung dalam Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) membentangkan sejumlah poster ketika aksi susur sungai Kalimas, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (09/7/2020). Ecoton mengajak masyarakat supaya bersama-sama menjada kali Surabaya dengan tidak membuang sampah, khususnya sampah plastik di sungai yang menjadi bahan utama baku air PDAM di Kota Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.

Ecoton menyebut, sampah plastik yang dibuang ke sungai seperti tas kresek, sachet personal care dan sachet makanan, botol plastik, Styrofoam dan bungkus plastik lainnya akan terdegradasi menjadi remah-remah atau serpihan plastik kecil berukuran 0,1 hingga 5 mm yang disebut Mikroplastik. Masuknya mikroplastik dalam tubuh manusia akan berpotensi mengganggu sistem hormonal dan imun manusia.

(sra)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update foto SINDOnews.
Aktifkan
Tidak