Kemendag Umumkan Harga Rata-rata Sembako di 216 Pasar Rakyat

  • Kementerian Perdagangan (Kemendag) melansir perkembangan harga rata-rata nasional barang kebutuhan pokok dari 216 pasar rakyat di 90 kabupaten kota dan 34 provinsi.
  • Suasana aktivitas di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur.
  • Kementerian Perdagangan (Kemendag) melansir perkembangan harga rata-rata nasional barang kebutuhan pokok dari 216 pasar rakyat di 90 kabupaten kota dan 34 provinsi.
  • Suasana aktivitas di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021).

Suasana aktivitas di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021). Kementerian Perdagangan (Kemendag) melansir perkembangan harga rata-rata nasional barang kebutuhan pokok dari 216 pasar rakyat di 90 kabupaten kota dan 34 provinsi.

Berikut hasil pantauan harga tersebut per 13 April 2021: Daging sapi Rp124.500 per kg, Daging ayam ras Rp36.900 per kg, Telur ayam ras Rp25.900 per kg, Bawang Merah Rp32.900 per kg, Kedelai Rp11.900 per kg, Tepung terigu Rp10.200 per kg, Gula Rp13.200 per kg Sementara untuk harga beras medium yakni Rp10.600 per kg. Tetapi, untuk Regional A yakni Jawa, Sulawesi, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) harga beras medium senilai Rp10.100 per kg. Sebaliknya, di Regional B yaitu Sumatera lainnya, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) harga beras premium mencapai Rp10.890. Kemudian Regional C atau wilayah Maluku dan Papua, harga beras medium Rp11.940 per kg. Kemudian, untuk harga beras premium rata-rata nasional yaitu Rp12.400 per kg.

Dari harga-harga yang dicatat Kemendag, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan menyampaikan bahwa beberapa harga komoditas terlihat lebih tinggi dari sebelum Ramadan. “Dari infografik tersebut terlihat beberapa harga komoditas terlihat lebih tinggi dari sebelum Ramadan, seperti daging sapi serta daging ayam,” ujar Indra. Menurut Indra, kemungkinan hal tersebut terjadi karena naiknya permintaan pada Ramadan. “Untuk daging ayam sendiri, kenaikan juga dipicu oleh adanya kenaikan harga pakan yang menyebabkan naiknya biaya produksi,” ujar Indra.

(sra)
Top