Dukung Perfilman Indonesia, Sandiaga Uno Ajak Istri Nobar Surga yang Tidak Dirindukan 3  

  • Bersama istrinya, Nur Asia Uno serta Manoj Punjabi serta sejumlah aktris, di antaranya Marsha Timothy dan Elizabeth Caroline Mendeng, Sandiaga Uno menonton film itu hingga selesai.
  • Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Unio mengucapkan terima kasihnya atas kerja keras yang ditunjukkan seluruh pihak yang menuntaskan film tersebut.
  • Sandiaga Uno pun mengaku mendukung penuh seluruh upaya yang dilakukan seluruh insan perfilman Indonesia. Dirinya pun berharap kerja keras tidak hanya sebatas mampu bertahan, tapi justru menciptakan peluang usaha dan membangkitkan kembali industri perfilman Indonesia.
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno berkesempatan langsung menyaksikan tayangan perdana film yang disutradarai Pritagita Arianegara itu di Kantor Kemenparekraf Republik Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (16/4/2021).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno berkesempatan langsung menyaksikan tayangan perdana film yang disutradarai Pritagita Arianegara itu di Kantor Kemenparekraf Republik Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (16/4/2021).

Bersama istrinya, Nur Asia Uno serta Manoj Punjabi serta sejumlah aktris, di antaranya Marsha Timothy dan Elizabeth Caroline Mendeng, Sandiaga Uno menonton film itu hingga selesai.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Unio mengucapkan terima kasihnya atas kerja keras yang ditunjukkan seluruh pihak yang menuntaskan film tersebut.

Menurutnya, film 'Surga yang Tidak Dirindukan 3' adalah sebuah bukti dari adaptasi pelaku ekonomi kreatif yang tetap berkreasi di tengah keterbatasan pandemi covid-19.

"Saya ucapkan terima kasih karena 'Surga yang Tidak Dirindukan 3' ini adalah bagian dari adaptasi dari sebuah produksi (film) yang terhenti di tengah syuting," ungkap Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno pun mengaku mendukung penuh seluruh upaya yang dilakukan seluruh insan perfilman Indonesia.

Dirinya pun berharap kerja keras tidak hanya sebatas mampu bertahan, tapi justru menciptakan peluang usaha dan membangkitkan kembali industri perfilman Indonesia.

"Jadi bisa melihat peluang, mencetak pemenang dan ini adalah sesuatu yang baru, karena itu saya mendukung pak Manoj agar bisa bernegosiasi dengan begitu banyak stake holders supaya industri film kita hidup," ungkap Sandiaga Uno.

"Bioskopnya hidup, insan perfilmannya hidup, produsernya hidup, mencetak uang dan ekonomi bergerak," tambahnya bersemangat.

Pernyataan Sandiaga Uno diakuiManoj Punjabi.

Dirinya pun menceritakan beragam kesulitan yang dihadapi stradara, aktris hingga para kru film dalam merampungkan trilogi dari film yang diangkat dari novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia itu.

"Jadi kita syuting di tahun 2020 bulan Februari sudah mulai syuting di tengah-tengah pandemi, pas PSBB kita harus berhenti," ungkap Manoj Punjabi.

"Pas (progres) 70 persen berhenti, kita harus pindah lokasi, awalnya kita syuting di Jogja, sisanya 30 persennya balik ke Jakarta dengan strategi macem-macem.Ada banyak halangan, tapi akhirnya kita bisa atasi, Alhamdulillah kita selesai," tambahnya.

Rampungnya film 'Surga yang Tidak Dirindukan 3' itu katanya menjadi bukti dukungannya untuk kembali menghidupkan kembali industri perfilman Indonesia yang terpuruk selama pandemi covid-19.

Walaupun diakuinya, bioskop masih dibatasi saat ini.

"Saya terus mendukung, bioskop harus hidup, yang penting insan kreatif kita-perfilman Indonesia ini jalan terus, mungkin sementara tidak dari bioskop, tapi kita fight terus supaya jalan, dan hidup perfilman Indonesia," ungkap Manoj Punjabi.

(sra)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top