Percepat Herd Immunity, BPJamsostek Dukung Vaksinasi Bagi Pekerja

  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, didampingi Deputi Direktur Wilayah BPJamsostek Jawa Timur Deny Yusyulian meninjau pelaksnaan vaksinasi bagi pekerja di PT. Integra Indocabinet, Sidoarjo, Jawa Timur.
  • BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek mendukung program vaksinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bagi pekerja dan masyarakat.
  • Vaksinasi ini bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam percepatan pembentukkan herd immunity sebagai salah satu upaya menanggulangi penyebaran Covid-19 di Indonesia.
  • Kegiatan vaksinasi untuk pekerja di PT. Integra Indocabinet, Tbk yang diikuti ribuan pekerja tersebut berlangsung selama empat hari pada tanggal 24-27 Juli mendatang.
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, didampingi Deputi Direktur Wilayah BPJamsostek Jawa Timur Deny Yusyulian meninjau pelaksnaan vaksinasi bagi pekerja di PT. Integra Indocabinet, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (24/7/2021).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, didampingi Deputi Direktur Wilayah BPJamsostek Jawa Timur Deny Yusyulian meninjau pelaksnaan vaksinasi bagi pekerja di PT. Integra Indocabinet, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (24/7/2021). BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek mendukung program vaksinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bagi pekerja dan masyarakat. Vaksinasi ini bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam percepatan pembentukkan herd immunity sebagai salah satu upaya menanggulangi penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Deputi Direktur Wilayah BPJamsostek Jawa Timur, Deny Yusyulian, mengatakan untuk mempercepat pembentukan herd immunity dibutuhkan 70 persen dari penduduk Indonesia yang telah mendapatkan vaksin. Oleh karena itu ia mengimbau kepada seluruh peserta BPJamsostek untuk memanfaatkan fasilitas vaksin gratis ini agar herd immunity dapat segera terbentuk sehingga perekonomian nasional dapat segera bangkit.

Kegiatan vaksinasi untuk pekerja di PT. Integra Indocabinet, Tbk yang diikuti ribuan pekerja tersebut berlangsung selama empat hari pada tanggal 24-27 Juli mendatang. Guna menjaga kesinambungan perekonomian di tengah pandemi, maka pekerja harus mendapatkan perlindungan dari risiko terpapar virus COVID-19. Oleh karena itu pekerja harus mendapatkan prioritas vaksinasi.

"Perekonomian digerakkan oleh pekerja. Mereka yang melakukan aktivitas produktif menciptakan nilai tambah atau output di perekonomian. Untuk itu pekerja harus mendapatkan prioritas vaksinasi, demikian juga dengan masyarakat," kata Deny.

Deny melanjutkan, bahwa program ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam melindungi kesehatan para pekerja/buruh, sehingga dapat bekerja dengan baik. Meskipun sudah dilakukan vaksinasi, Deny mengingatkan pekerja/buruh agar tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat maupun di tempat kerja. Hal itu karena kasus Covid-19 di sejumlah daerah melonjak, dan berpeluang memperlambat pemulihan ekonomi.

“Semoga dengan semakin banyaknya masyarakat pekerja yang sudah mendapatkan vaksin, angka penyebaran Covid-19 bisa ditekan, sehingga produktivitas pekerja dapat kembali normal dan ekonomi nasional bisa segera pulih,” tutup Deny.

(sra)
Top