Pasien Covid-19 Terus Meningkat, Tenaga Medis Belgia Protes Pemerintah

  • Petugas medis memakai masker bertuliskan SOS mengikuti aksi protes untuk mendesak pemerintah menambah petugas kesehatan akibat banyaknya pasien Covid-19 di Rumah Sakit CHIREC Braine, Braine l Alleud, Belgia, Kamis (05/11/2020).
  • Terus meningkatanya jumlah kasus corona di Eropa memaksa sejumlah negara kembali menerapkan lockdown, salah satunya Belgia.
  • Belgia merupakan negara yang mencatat kasus tertinggi di Uni Eropa dengan jumlah 1.753 per 100.000 orang.
  • Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding negara-negara besare ropa seperti Spanyol, Inggris dan Italia.
  • Kondisis tersebut mengakibatkan sejumlah rumah sakit mengalami situasi kritis di ruang ICU, dan membuat tenaga kesehatan mulai kewalahan dan meminta pemerintah segera mencari jalan keluar untuk mengatasi kekurangan tempat tidur dan tenaga medis dalam menangani covid-19.

Seorang petugas kesehatan memakai masker bertuliskan SOS mengikuti aksi protes untuk mendesak pemerintah menambah petugas kesehatan akibat banyaknya pasien Covid-19 di Rumah Sakit CHIREC Braine, Braine l Alleud, Belgia, Kamis (05/11/2020). Terus meningkatanya jumlah kasus corona di Eropa memaksa sejumlah negara kembali menerapkan lockdown, salah satunya Belgia.

Belgia merupakan negara yang mencatat kasus tertinggi di Uni Eropa dengan jumlah 1.753 per 100.000 orang. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding negara-negara besar Eropa seperti Spanyol, Inggris dan Italia.

Setelah menerapkan pembataasan ketat selama dua pekan sejak 19 Oktober 2020 dan mewajibkan bar dan restoran diseluruh negeri untuk tutup dan membatasi pertemuan diluar rumah, jumlah kasus mulai menurun selama seminggu terakhir. Namun jumlah pasien yang rawat inap di rumah sakit terus meningkat.

Kondisis tersebut mengakibatkan sejumlah rumah sakit mengalami situasi kritis di ruang ICU, dan membuat tenaga kesehatan mulai kewalahan dan meminta pemerintah segera mencari jalan keluar untuk mengatasi kekurangan tempat tidur dan tenaga medis dalam menangani covid-19.

REUTERS / Yves Herman

(bon)
Top