Dipicu pandemi COVID-19 Penduduk Miskin di Kota Surabaya Mencapai 1,68 juta jiwa

  • Ketidakmampuan membeli rumah atau sekedar membayar uang sewa kos menjadikan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini terpaksa hidup dibawah kolong tol.
  • Untuk bertahan hidup di kota terbaik ini, mereka megandalkan penghasilan dari hasil mengamen, kuli batu, pemulung bahkan ada yang hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah.
  • Pada Maret 2020, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Jatim mencapai sekitar 4,41 juta jiwa, bertambah sebesar 363,1 ribu jiwa dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang tercatat 4,05 juta jiwa.
  • Kenaikan angka kemiskinan salah satunya dipicu pandemi COVID-19 yang terjadi dalam kurun beberapa bulan terakhir.
  • Untuk jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 244 ribu jiwa dari 1,43 juta jiwa pada September 2019 menjadi 1,68 juta jiwa pada Maret 2020.
  • Warga beraktifitas dikawasan Tambak Asri Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/10/2020). Kawasan ini merupakan salah satu dari sekian banyak pinggiran kota Surabaya yang masih berada dalam kondisi suram.

Warga beraktifitas dikawasan Tambak Asri Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/10/2020). Kawasan ini merupakan salah satu dari sekian banyak pinggiran kota Surabaya yang masih berada dalam kondisi suram. Ketidakmampuan membeli rumah atau sekedar membayar uang sewa kos menjadikan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini terpaksa hidup dibawah kolong tol. Untuk bertahan hidup di kota terbaik ini, mereka megandalkan penghasilan dari hasil mengamen, kuli batu, pemulung bahkan ada yang hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah. Suasana ini berbanding terbalik dengan gegap gempitanya pembangunan Kota Surabaya. Pada Maret 2020, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Jatim mencapai sekitar 4,41 juta jiwa, bertambah sebesar 363,1 ribu jiwa dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang tercatat 4,05 juta jiwa. Angka kemiskinan meningkat di Jawa Timur pada periode September 2019-Maret 2020. Kenaikan angka kemiskinan salah satunya dipicu pandemi COVID-19 yang terjadi dalam kurun beberapa bulan terakhir. Untuk jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 244 ribu jiwa dari 1,43 juta jiwa pada September 2019 menjadi 1,68 juta jiwa pada Maret 2020.

(lan)
Top